Posts

Mengenal Sprintia, 'Menu Gaya Seks' Romawi Kuno di Rumah Pelacuran

Image
 Ada keingintahuan yang dimiliki oleh sejarah Romawi kuno yang belum dipecahkan oleh para sejarawan, yaitu koleksi koin kuningan Romawi yang menggambarkan tindakan seksual yang disebut Sprintia. Koin bukan bagian dari ekonomi uang normal. Akan tetapi koin digunakan hanya untuk waktu yang singkat di abad pertama. Apa yang disebut koin seks Romawi ini mungkin telah digunakan untuk masuk ke rumah bordil, membayar pelacur, atau bahkan berfungsi seperti menu modern, di mana pelanggan yang tidak berbicara bahasa Latin dapat menyerahkan koin yang menggambarkan tindakan yang mereka inginkan. Namun kenyataannya, tidak ada yang benar-benar tahu. Seperti diketahui, rumah bordil merupakan makanan sehari-hari di kota-kota seperti Pompeii dan Herculaneum. Inilah yang membuat koin Sprintia tumbuh untuk mendorong bentuk mata uang mereka sendiri. Koin Seks Kuno  Koin bordil Romawi agak jelas bagi penangan uang sehari-hari. Koin tersebut memiliki berbagai tindakan seksual yang digambarkan di ba...

Meski Gelap, Mengapa Ada Warna Oranye di Pinggir Lubang Hitam?

Image
 Pada Rabu (10/4), dunia dikejutkan dengan penemuan bersejarah, yakni terungkapnya foto lubang hitam atau black hole. Foto tersebut didapat dari usaha keras tim ilmuwan yang mengumpulkan data dari delapan teleskop di berbagai dunia dan terhubung dengan Event Horizon Telescope (EHT).  Gambar ini merupakan lubang hitam yang berada di galaksi M87, dengan jarak sekitar 500 triliun kilometer dari Bumi.  Pada foto tersebut, terlihat lubang hitam menyerupai cincin dengan pinggiran berwarna oranye seperti api. Banyak yang mengatakan bahwa black hole merupakan lubang gelap tanpa cahaya sama sekali. Namun, mengapa ada cahaya oranye di sekelilingnya? Menurut laporan yang dipublikasikan pada jurnal National Science Foundation (NSF), lubang hitam adalah benda padat dengan bobot sekitar 6,5 miliar kali matahari. Karena ukuran raksasa itu, lubang hitam dapat melengkungkan ruang-waktu dengan memanaskan debu dan gas di sekitarnya hingga suhu ekstrem. Teori yang beredar menyebut lubang hit...

Kolam Pemandian Uap Peninggalan Suku Maya Ditemukan di Guatemala

Image
 Para arkeolog telah menemukan pemandian uap yang kerap digunakan suku Maya untuk melakukan ritual keagamaan–dan mungkin relaksasi–pada 2.500 tahun lalu. Jarosław Źrałka, asisten profesor New World Archaeology di Jagiellonian University, mengatakan, pada pemandian uap yang ditemukan di kota kuno suku Maya, Nakum (yang sekarang dikenal sebagai Guatemala) ini, terdapat potongan-potongan bejana keramik dan batu obsidian. Kemungkinan digunakan saat melakukan ritual. "Itu merupakan salah satu pemandian uap tertua di Mesoamerika," ujar Źrałka. Ia menambahkan, bak mandi tersebut hampir seluruhnya diukir di batu kapur Źrałka dan timnya sebenernya telah menemukan pemandian uap ini sejak lima tahun lalu. Namun, mereka masih melakukan penggalian situs hingga saat ini. "Awalnya, kami pikir, kami menemukan makam. Namun, saat mengungkap bagian-bagian selanjutnya secara bertahap, kami menyimpulkan bahwa itu adalah tempat pemandian uap," papar Wiesław Koszkul, pengawas penggalian d...

Peradaban Lembah Sungai Indus di Himalaya Runtuh, Ini Penyebabnya

Image
Sekitar 4.000 tahun lalu, sebuah perabadan yang berkembang di Lembah Sungai Indus secara misterius meninggalkan tempat tinggalnya. Mereka adalah orang-orang yang mengembangkan peradaban Harappa, yang kini masuk ke wilayah Pakistan. Sebelum mereka meninggalkan kota tersebut, ekonomi lokal dan perdagangan jarak jauh sudah berkembang pesat di wilayah itu. Namun, pada 1800 SM, warga di wilayah tersebut mendadak meninggalkan budaya modern dan berpindah ke desa-desa kecil di sekitar kaki bukit Himalaya. Apa penyebabnya? Menurut peneliti, alasan mereka meninggalkan kota modern yang telah dibangun adalah karena perubahan iklim. Tentu saja, perubahan iklim yang terjadi pada saat itu tidak seperti sekarang di mana bumi mendapatkan ancaman pemanasan global. Saat itu, situasi yang terjadi sebaliknya, yaitu justru muncul zaman es mini. Cuaca dingin menyebabkan perubahan pada keseimbangan suhu di berbagai belahan dunia. Bukan hanya itu saja, perubahan iklim tersebut meningkatkan musim dingin bertaha...

Altar Berusia 1500 Tahun Ungkap Peninggalan ‘Raja Ular’ dari Maya Kuno

Image
Para arkeolog berhasil menemukan altar batu berusia 1.500 tahun peninggalan suku Maya Kuno di La Corona, di hutan Guatemala. Penemuan ini merupakan monumen tertua yang pernah ditemukan di situs La Corona dari periode Maya, yang berlangsung dari 250 hingga 900 A.D. Sebuah analisis pada ukiran altar mengungkap betapa kuatnya dinasti Kaanul yang memimpin dataran rendah Maya selama 200 tahun. “Penemuan altar ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi raja baru La Corona yang tampaknya memiliki hubungan politik yang dekat dengan ibu kota Kerajaan Kaanul, Dzibanche, dan kota terdekat El Peru-Waka,” kata Marcello Canuto, direktur Middle American Research Institute dan wakil pemimpin La Corona Regional Archaeological Project (PRALC). Pada altar yang diukir dari lempengan batu kapur besar tersebut, terdapat gambar raja Chak Took Ich’aak – yang sebelumnya tidak pernah dikenal – membawa ular berkepala dua. Canuto mengatakan, kekuatan dewa pelindung situs itu berasal dari kepala ular yang bersat...

Alasan Aneh di Balik Pembunuhan Kaisar-kaisar Romawi Kuno

Image
 Romawi kuno adalah tempat terburuk untuk menjadi seorang kaisar. Selama 500 tahun masa pemerintahannya, sekitar 20 persen kaisar Romawi dibunuh ketika sedang berkuasa. Hal apa yang memicunya? Menurut studi terbaru, kita bisa menyalahkan hujan. Ketika curah hujan sangat rendah, pasukan Romawi yang bergantung kepada tanaman dari petani lokal, akan kelaparan. “Pada akhirnya, itu akan membuat mereka memberontak,” kata Cornelius Christian, pemimpin studi sekaligus asisten profesor ekonomi di Brock University, Kanada. “Pemberontakan tersebut meruntuhkan dukungan pada kaisar dan membuat mereka rentan terhadap pembunuhan,” imbuhnya. Christian, yang menganggap dirinya sebagai sejarawan ekonomi, mendapat hasil penemuan ini dengan menggunakan data iklim dari studi yang dipublikasikan di jurnal Science pada 2011. Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis ribuan fosil cincin pohon dari Prancis dan Jerman. Mereka lalu menghitung jumlah curah hujan di sana setiap musim semi selama 2500 ta...

Arkeolog Ungkap Rahasia Bagaimana Piramida Bisa Sangat Presisi

Image
Selama berabad-abad, Piramida Giza telah membingungkan para peneliti. Bukan hanya karena ruangan tersembunyi dan rongga misteriusnya, tapi juga bagaiamana masyarakat Mesir kuno membangun struktur mengagumkan tersebut tanpa teknologi modern. Salah satu hal yang masih menjadi perdebatan ialah bagaimana orang-orang Mesir kuno membangun piramida-piramida tersebut dengan sangat presisi. Secara keseluruhan sisi Piramida Agung Giza begitu lurus, dan sejajar hampir di sepanjang titik kardinal, utara-selatan-timur-barat. Hal ini cukup menakjubkan, mengingat pada masa itu masyarakat Mesir kuno belum mengenal drone, cetak biru, dan komputer. Meski demikian, ada pula sedikit kesalahan yang ditemukan.  "Ketiga piramida—dua di Giza dan satu di Dashur—menampilkan pola kesalahan yang sama; mereka sedikit berputar berlawanan arah jarum jam dari titik kardinal,” tulis arkeolog dan insinyur Glen Dash dalam karya ilmiahnya yang terbit di The Journal of Ancient Egyptian Architecture. Ada banyak hipote...